Akses Dua Desa di Morowali Utara Terputus Akibat Tanah Longsor, BPBD Lakukan Assessment
bpbdppid | 26 Juli 2026 | Dibaca 112 kali | OPERATOR 1

Morowali Utara, 26 Juli 2026. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Bungku Utara mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Desa Uempanapa, Kabupaten Morowali Utara. Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 02.00 WITA tersebut menyebabkan akses jalan penghubung Desa Lemowalia dan Desa Salubiro terputus.

Berdasarkan laporan yang diterima BPBD Provinsi Sulawesi Tengah pada Minggu, 26 Juli 2026, pukul 15.49 WITA, longsor dipicu oleh meluapnya Sungai Swuya yang mengikis tebing di kawasan Jalan Samoing Sungai. Tebing dengan ketinggian sekitar tiga meter kehilangan penopang sehingga runtuh dan menutup badan jalan.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 500 kepala keluarga atau sekitar 1.700 jiwa di Desa Salubiro serta 127 kepala keluarga atau 404 jiwa di Desa Lemowalia terdampak. Meskipun tidak terdapat korban jiwa maupun pengungsi, kedua desa hingga saat ini masih mengalami keterisolasian karena kendaraan, termasuk roda dua, belum dapat melintasi lokasi longsor.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC BPBD Kabupaten Morowali Utara telah melakukan assessment di lokasi serta berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan darurat.

Berdasarkan hasil kajian sementara, kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi pembangunan jembatan darurat dan penyediaan material timbunan guna memulihkan akses transportasi masyarakat.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar penanganan darurat dapat segera dilakukan, sehingga akses masyarakat kembali normal dan aktivitas warga dapat berlangsung seperti sediakala.

Sumber: TRC dan PUSDALOPS BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, serta TRC dan PUSDALOPS BPBD Kabupaten Morowali Utara.


BAGIKAN :